Apakah anak sulung itu tenang tapi ego? Anak sulung sebenarnya cukup istimewa dibanding anak-anak lain. Bahkan dengan kehadiran anak-anak lain, anak sulung tetap harus dianggap sangat baik di sudut hati ibu sendiri. Benarkah?

Menurut Dato ‘Dr. Haji Mohd Fadzilah Kamsah, putra sulung memiliki karakter tenang, toleransi dan mudah diajak bicara. Bahkan anak sulung biasanya cukup baik dibanding saudara kandung lainnya, baik di sekolah maupun di rumah.

Mereka dikatakan lebih cenderung menjadi contoh saudara kandung lainnya. Namun, menurutnya, anak sulung mampu membujuk orang lain untuk bisa mengendalikan orang lain dan situasi sulit.

Namun, terkadang anak sulung terlihat sedikit sensitif dan meminta lebih banyak perhatian jika Terabaikan oleh orang lain, terutama orang tua dan saudara kandung lainnya. Ego adalah istilah yang paling tepat untuk mereka.

IKLAN

1. Ego
Meski bisa mentolerir, yang tertua terlihat lebih keras kepala dan kurang ego dalam segala hal. Mungkin istilah yang mereka tidak mau diremehkan dalam segala hal malah mengurangi kemampuan mereka. Bahkan anak sulung juga tidak suka diarahkan pada semua tindakan yang akan mereka lakukan.

2. Keberangkatan Ansur & Rasional
Meski begitu, dalam ketegasan, yang tertua juga dikatakan dapat mentoleransi segala sesuatu. Ini mungkin karena anak sulung berusaha bersikap rasional dalam segala hal, terutama kepada saudara kandungnya di bawahnya.

3. Lebih Tegas
Ya, anak sulung biasanya lebih tangguh daripada yang lain. Mungkin sebagai pemimpin adik-adiknya, karakter ini lebih menonjol. Mungkin karena mereka mencoba menunjukkan sikap dan rasa tanggung jawab mereka kepada ayah dan saudara-saudara lainnya.

4. Mengendalikan Lainnya
Hal ini sering dikaitkan dengan kemampuan putra sulung yang pandai bermain kata-kata. Asosiasi dan relasinya yang lebih luas memungkinkannya mengendalikan situasi dan mengendalikan orang lain di sekitarnya. Hal ini mungkin juga dikaitkan dengan penghargaan saudara kandung lainnya terhadap putra yang lebih tua.

5. Lebih Bijak
Sebagai yang paling awal, yang tertua terlihat lebih bijak dalam segala hal. Ini termasuk kesuksesan dalam bidang pendidikan dan karir. Ketekunan ini didorong oleh keinginan untuk ditiru oleh orang lain, terutama saudara laki-laki dan perempuan di bawahnya.