KELEBIHAN RAMAI ANAK DALAM ISLAM

1. Mengikuti Anjuran Allah

Allah memang menganjurkan untuk memiliki banyak anak terlepas dari bagaimana kondisi kewangan yang dihadapi sebab bagi Allah hal itu merupakan jalan untuk banyak berbuat amal kebaikan dan jalan untuk mencari rezeki yang lebih berkat di jalanNya.

2. Menambah Umat Muslim

Rasulullah bangga dengan lelaki yang menikah dengan perempuan yang subur hingga bisa memiliki banyak anak dan menjadi anak anak tersebut umat islam yang soleh mengikuti ajaran Islam. “Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, kerana sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud].

IKLAN

3. Berkat Dunia Akhirat

Rasulullah selalu mendoakan agar sahabatnya memiliki banyak anak sehingga bisa menambah lagi rezeki dan memperbanyakkan jalan kebaikan yakni dengan keutamaan mengajarkan ilmu dalam Islamdan pemahamanan agama yang kuat untuk anak anaknya. “Ya Allah ! Banyakanlah hartanya dan anaknya, dan panjangkanlah umurnya dan ampunkanlah ia” [Derajad hadits ini Hasan]

4. Kehidupan yang Baik

IKLAN

“Barangsiapa yang mengerjakan amal soleh, baik lelaki mahupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. an-Nahl: 97).

Orang tua yang mengerjakan amal soleh dan mengajarkannya pada anak anaknya serta berusaha sebaik mungkin untuk memberikan penghidupan yang terbaik untuk anak anaknya atau memiliki tanggugjawab yang penuh maka akan mendapat kehidupan yang baik yang diliputi dengan kasih sayang yang penuh dari Allah.

IKLAN

5. Darjat Tinggi di Syurga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sungguh seorang manusia akan ditinggikan darjatnya di syurga (kelak), maka dia bertanya: Bagaimana aku bisa mencapai semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu.” (Kitab al-Maudhuuaat (2/281), al-‘Ilal mutanaahiyah (2/636) keduanya tulisan imam Ibnul Jauzi, dan Silsilatul Ahaaditsidh Dha’iifah” (no. 3580).

Anak yang soleh yakni yang sering berzikir tidak hanya bermanfaat untuk anak tersebut saja namun juga memberikan kebaikan untuk kedua orang tuanya di akherat sehingga kedua orang tuanya ikut merasakan kesenangan di akhirat dan jauh dari kegundahan, hal itu jika selama hidup orang tua berbuat baik dan mengajarkan kebaikan pada anaknya.

sumber : https://dalamislam.com

Gambar sekadar hiasan